Friday, 18 March 2011

Sembahyang Che It - Cap Go dengan dupa dan vegetarian

Umat Buddha biasanya melakukan sembahyang dengan dupa di hari che it dan cap go (hari ke 1 dan ke 15 berdasarkan kalender lunar). Selain itu biasanya mereka juga vegetarian di 2 hari ini. Mengapa demikian?

Menurut kitab Ksitigarbha, terdapat 10 hari vegetarian. Di antaranya adalah che it dan cap go. Dalam 10 hari ini selain sembahyang dengan dupa, umat Buddha juga menjalankan vegetarian yang bermakna pertobatan.

Dikatakan che it dan cap go merupakan hari di mana dosa-dosa berkumpul dan oleh karena itu umat Buddha melakukan sembahyang dengan dupa dan vegetarian sebagai bentuk pertobatan. Selain itu che it dan cap go merupakan hari perubahan energi, sembahyang menggunakan dupa akan membantu menghilangkan energi yang tidak baik dan menambah energi baik. Oleh karena itu dikatakan kebanyakan penyakit datangnya adalah sehari sebelum dan sesudah che it cap go.





Monday, 14 March 2011

Makna Dupa/Hio

23:40
1

Dupa yang dipakai dalam sembahyang umat Buddha biasanya berjumlah 3 batang. Dupa sebanyak 3 batang ini melambangkan "pantangan", "tekad", "bijaksana". Menurut ajaran agama Buddha, pantangan melahirkan tekad, tekad membentuk kebijaksanaan. Mungkin sekilas sepertinya susah dimengerti, namun jika kita lihat contoh berikut mungkin akan terasa lebih mudah dipahami.

Misalnya si A disarankan pantang minum minuman keras, maka dari pantangan ini si A bertekad untuk tidak akan meminum minumam keras. Karena tekadnya membuat si A tidak pernah mau minum minumam keras maka si A dinamakan bijaksana.

Dupa dalam penancapannya di agama Buddha biasanya ada urutan yang juga mengandung makna tersendiri. Biasanya dimulai dengan menancapkan yang di tengah, kemudian sebelah kanan baru kemudian sebelah kiri.

Dupa tengah mempunyai arti bersujud pada Buddha, dupa kanan bersujud pada Dharma(ajaran Buddha) dan dupa kiri bermakna bersujud pada Bhiksu.

Thursday, 10 March 2011

Dupa seperti yang kita ketahui terdiri dari banyak jenis. Kali ini kita akan membahas cara membuat dupa batangan (incense stick).

Untuk membuat dupa halus batangan, ada beberapa bahan yang perlu disiapkan :

1. Serbuk gergaji kayu (Kayu cendana, kamper, batok kelapa)
2. Lem kayu putih
3. Kapur
4. Air
5. Stick bambu
6. Wewangian

Alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat dupa :
Pipa paralon diameter 12 cm dengan panjang sekitar 70cm


Cara membuat dupa :
1. Stick dicelupin kedalam lem kayu putih yang telah dicampur air.
2. Masukkan ke dalam serbuk kayu
3. Jemur sekitar 15 menit
4. Masukkan lagi ke dalam air
5. Masukkan ke dalam serbuk kayu
6. Ulangi langkah di atas sampai diperoleh diameter dupa yang dikehendak
7. Dijemur, setelah setengah kering, masukkan ke pipa paralon lalu digiling-giling supaya halus
8. Semprotkan wewangian


Saat ini tersedia mesin produksi dupa yang cukup lengkap mulai dari pengolahan bambu menjadi stick hingga pembuatan dupa sampai jadi.

Saturday, 5 March 2011

Dupa atau hio atau kemenyan merupakan salah satu perlengkapan yang dipakai dalam agama Buddha, Hindu maupun Konghucu. Asal mula pemakaian dupa atau hio :

Pemakaian dupa atau hio berhubungan dengan iklim dan cuaca di India. Di India saat musim panas, bertiup udara hangat dari samudra Atlantik yang sering menimbulkan penyakit yang ditimbulkan oleh cendawan(Phytophthora). Oleh karena itu penduduk India membakar kayu-kayu wangi untuk membuat udara menjadi bersih. Agama Buddha dan Hindu berasal dari India, saat Sang Buddha membabarkan dharma, murid-muridnya akan membakar kayu-kayu wangi untuk membuat udara yang pengab oleh banyaknya umat yang hadir. Sejak itu umat yang melakukan ibadah di rumah menjadi terbiasa membakar kayu-kayu wangi yang kelamaan menjadi bentuk yang sekarang di kenal dengan dupa/hio.

Dupa atau hio yang beredar di masyarakat ada berbagai jenis. Berdasarkan bentuk terbagi menjadi dupa batangan, dupa lingkar, dupa cetakan/dupa Yuan Bao, serbuk, dll

Makna pembakaran dupa/hio :
1. Menunjukkan kehormatan kita kepada sang pencipta.
2. Sebagai media komunikasi dengan sang pencipta.